Your.Specials.Here

Your content here...
Aenean leo ligula, porttitor eu, consequat vitae, eleifend ac, enim. Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. more...

TRANSLASI MATA UANG ASING

Senin, 23 Mei 2011

Arus perdagangan saat ini sudah tidak bisa hanya bermain di dalam suatu negara saja, terlebih jika terdapat suatu perusahaan yang mempunyai modal dari asing. Perjanjian perdagangan bebas seperti AFTA pun membuka lebar pintu masuk bagi perdagangan antar Negara . Transaksi-transaksi pembayaran antar daerah tidak akan menjumpai masalah-masalah semacam yang banyak dijumpai dalam lalu lintas pembayaran internasional, oleh karena semua daerah kekuasaan sebuah Negara pada umumnya menggunakan mata uang yang sama.


Perusahaan dengan kegiatan operasional luar negeri yang signifikan mempersiapkan laporan keuangan gabungan yang memberikan laporan pada para pembaca informasi mengenai operasional perusahaan secara global. Untuk dapat memenuhi hal tersebut, laporan keuangan mata uang asing dari anak perusahaan yang dihitung dengan mata uang asing dilaporkan lagi terhadap mata uang yang digunakan laporan induk perusahaan. Proses pelaporan informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut translasi mata uang asing (translation).


Translasi mata uang asing tidaklah sama dengan konversi, yaitu translasi mata uang secara fisik. Translasi mata uang asing merupakan translasi sederhana dalam ekspresi moneter, seperti saat neraca menggunakan poundsterling Inggris kemudian disajikan ulang dalam padanannya dollar AS. Tidak terjadi translasi secara fisik, dan tidak ada transaksi yang dapat dihitung seperti pada konversi.


Bursa valuta asing yang biasa disebut pula foreign exchange market kita artikan sebagai lembaga pasar dimana orang dapat memperoleh fasilitas-fasilitas untuk melaksanakan pembayaran kepada penduduk Negara lain atau menerima pembayaran dari penduduk Negara lain. Masih banyak istilah di dalam system tanslasi mata uang asing antar Negara. Kontrak translasi forward berarti sebuah perjanjian untuk melakukan translasi mata uang dari Negara yang berbeda dengan tingkat yang spesifik (forward rate) dan waktu yang disepakati. Item moneter yaitu kewajiban untuk membayar atau hak untuk mendapatkan sejumlah unit mata uang di masa yang akan datang. Kurs spot adalah nilai tukar saat itu terhadap mata uang asing.


Keterbukaan perekonomian suatu negara tercermin dengan semakin besarnya transaksi perdagangan dan aliran modal antar negara. Semakin terbuka perekonomian suatu Negara kebutuhan international reserves-nya cenderung semakin besar guna membiayai transaksi perdagangan. Parameter yang biasa dipakai untuk mengukur kecukupan international reserves sehubungan dengan transaksi perdagangan antar negara adalah marginal propensity to import. Semakin besar angka propensity tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan international reserves yang harus dimiliki dan semakin kecil angka propensity tersebut menunjukkan semakin kecilnya kebutuhan international reserves yang harus dimiliki (Gandhi, 2006 dalam Asmanto dan Suryandari, 2008). Dengan tersedianya international reserves yang mencukupi maka apabila suatu negara menghadapi kondisi terms of trade yang buruk yang kemudian akan berpengaruh pada nilai tukar riilnya maka international reserves dapat berperan sebagai absorber.


Pendekatan akuntansi untuk penyesuaian translasi mata uang asing mulai dari penangguhan hingga tidak ada penangguhan dengan pendekatan hybrid pada keduanya ditampilkan sebagai berikut :


Penangguhan


Meniadakan penyesuaian translasi mata uang asing pada pendapatan lancer biasanya dianjurkan karena penyesuaian tersebut merupakan hasil dari proses penyajian ulang. Perubahan pada mata uang asing domestic padanannya pada aset bersih anak perusahaan tidak akan diakui dan tidak memiliki efek pada arus kas mata uang lokal yang dijalankan oleh asing. Oleh karena itu, hal tersebut akan salah jika memasukkan penyesuaian semacam itu dalam pendapatan lancar. Dalam keadaan seperti ini, penyesuaian translasi mata uang asing diakumulasikan secara terpisah sebagai bagian penggabungan modal.


Penangguhan dan Amortisasi


Beberapa perusahaan menangguhkan keuntungan dan kerugian serta mengamortisasi penyesuaian melebihi umur manfaatnya pada masa item neraca terkait. Sebagai contoh, asumsikan bahwa akuisisi aset tetap dibiayai oleh penerbitan utang. Dapat dibantah bahwa pembayaran pokok dan bunga pada utang dapat tertutup oleh arus kas dari penggunaan aset tetap yang ada. Di sini, translasi mata uang asing keuntungan dan kerugian yang berhubungan dengan utang akan ditangguhkan dan diamortisasi terhadap masa penggunaan aset, berarti, dianggap sebagai laba dengan cara yang sesuai dengan beban depresiasinya.


Penangguhan Sebagian


Pilihan ketiga dalam akuntansi untuk keuntungan dan kerugian hasil translasi mata uang asing adalah dengan mengakui kerugian segera saat terjadinya, akan tetapi mengakui keuntungan hanya jika terealisasi saja. Hal tersebut merupakan praktik yang umum di Amerika Serikat. Walaupun konservatif, menangguhkan keuntungan translasi mata uang asing hanya karena keuntungan berarti menolak terjadinya perubahan nilai tukar. Lebih jauh, secara logika tidaklah konsisten untuk menangguhkan keuntungan translasi mata uang asing tetapi mengakui kerugian translasi mata uang asing.


Tidak Ada Penangguhan


Pilihan laporan akhir yang dilakukan oleh banyak perusahaan di seluruh dunia adalah untuk mengenali secara tepat mengenai keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing dalam laporan laba rugi. Pilihan ini memandang segala tipe penangguhan adalah palsu dan salah. Kriteria penangguhan sering kali dianggap tidak konsisten dan sulit untuk diimplementasikan. Bagaimanapun, memasukkan keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing pada pendapatan lancar menimbulkan elemen acak dalam pendapatan yang dapat menghasilkan fluktuasi pendapatan yang signifikan ketika nilai tukar berubah.


Dalam hal konsistensi penyajian LK, timbullah suatu permasalahan yang menyangkut sebuah MNC. Misalkan Nestle yang merupakan entitas yang berasal dan berpusat di Swiss tetapi mempunyai cabang yang beroperasi di Amerika Serikat, standar apakah yang harus diterapkan untuk menyajikan LK yang sesuai. Swiss merupakan suatu negara di benua Eropa yang sejak Januari 2005 diharuskan untuk menerapkan standar pelaporan keuangan International Financial Reporting Standards (IFRS) oleh International Accounting Standard Boards (IASB). Tetapi bila dilihat dari domisili cabang operasional Nestle yang berada di Amerika Serikat, maka entitas tersebut diharuskan untuk membuat LK yang menggunakan standar pelaporan keuangan General Accounting Accepted Principle (GAAP) oleh Financial Accounting Standard Boards (FASB). Hal serupa juga bisa terjadi pada beberapa MNC seperti Cevron, Samsung, General Motors, dan Yamaha.


Dalam mengadopsi mengenai mata uang fungsional, FAS No. 52 dan IAS 21 mengakomodasi prespektif laporan baik dari induk perusahaan maupun lokal dalam laporan keuangan gabungan. Akan tetapi, apakah lebih baik jika para pengguna laporan keuangan perusahaan diberikan dua prespektif laporan yang berbeda, lalu apakah dua kerangka laporan dengan mata uang yang berbeda digunakan dalam satu laporan keuangan gabungan? Juga disebutkan bahwa FAS No. 52 tidaklah konsisten dengan teori konsolidasi, yang ingin menunjukkan laporan induk perusahaan sebagai perusahaan tunggal. Anak perusahaan yang mata uang fungsionalnya adalah mata uang lokal beroperasi relative independen dari induk perusahaannya.


FASB memutuskan untuk menentang penyesuaian inflasi sebelum translasi mata uang asing, karena beranggapan bahwa penyesuaian semacam itu tidak akan konsisten terhadap kerangka kerja valuasi-harga perolehan yang digunakan dalam dasar laporan AS. Jika tingkat inflasi dalam ekonomi yang inflasinya sangat tinggi menurun di bawah 100 persen dalam tiga tahun mendatang, beralih terhadap metode kurs saat ini (karena mata uang local akan menjadi mata uang fungsional) akan menghasilkan penyesuaian translasi mata uang asing untuk usaha gabungan, karena nilai tukar akan berubah secara signifikan untuk sementara. Pada kondisi seperti ini, menagihkan ekuitas pemegang saham dengan kerugian translasi mata uang asing pada asset tetap dengan mata uang asing akan menimbulkan efek yang signifikan pada rasio keuangan dengan ekuitas pemegang saham sebagai pembaginya.


Sumber bacaan :


1. Anthony, Robert N. dan Vijay Govindarajan. Management Control System. Buku 1 Edisi 11. 2005: Salemba Empat.

2. Asmanto, Priadi dan Sekar Suryandari. Cadangan Devisa, Financial Deepening Dan Stabilisasi Nilai Tukar Riil Rupiah Akibat Gejolak Nilai Tukar Perdagangan. Buletin Ekonomi Moneter Perbankan Vol. 11 No. 2. 2008: Bank Indonesia.

3. Choi, Frederick D.S. dan Gary K. Meek. International Accounting. Buku 1 Edisi 6. 2010: Salemba Empat.

4. Reksoprajitno, Soedijono. Ekonomi Internasional Pengantar Lalu-Lintas Pembayaran Internasional. 1993: Universitas Gunadarma.

1 komentar:

WARHADI KALTIM mengatakan...

Saya ingin bercerita bahwa dulu ya saya seorang penjual es kuter dan.pendapatanya
tidak pernah cukup dalam kebutuhan keluarga saya,, suatu hari saya dapat.
informasi dari teman Saya bahwa AKY~REKSOSANJOYO bisa memberikan angka ritual/goib.100% tembus. ingin bercerita bahwa dulu ya saya seorang penjual es kuter kelilin tiap malam. pendapatannya tidak seberapa
akhirnya saya ikuti 4D nya Saya ingin bercerita bahwa dulu ya saya se orang
penjual dan alhamdulillah meman bener-bener terbukti tembus.
saya sangat berterimakasih banyak kpd aky reksosanyojo.atas bantuan AKY saya sekarang.
sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga saya bahkan saya juga sudah buka.
usaha matrial dan butik pakaian muslim.
Jika anda mau buktikan silahkan HBG AKY ATAU SMS DI nomor ;082 322 216 958 atau KLIK DISINI

Poskan Komentar