Untuk memenuhi kebutuhan para pemakai informasi, suatu perusahaan selalu mengeluarkan laporan yang berisi tentang kondisi yang terjadi selama periode tertentu. Pelaporan tersebut bisa berbentuk laporan mengenai kondisi keuangan maupun kondisi lingkungan di sekitar perusahaan tersebut. Untuk pengungkapan kondisi perusahaan dipastikan agar bisa memperlihatkan realitas yang sebenarnya mengenai apa yang terjadi.
Dalam hal kerangka untuk pengungkapan kondisi suatu perusahaan, dipastikan bahwa laporan tersebut harus memenuhi beberapa kriteria berikut ini (Choi dan Meek, 2010:211) :
A. Pengungkapan harus mencakup, tetapi tidak terbatas pada materi informasi :
1. Hasil keuangan dan usaha perusahaan.
2. Sasaran perusahaan.
3. Kepemilikan saham mayoritas dan hak voting.
4. Kebijakan pembayaran gaji bagi anggota direksi dan eksekutif utama dan informasi mengenai anggota direksi, termasuk kelayakan mereka, proses pemilihan, kepemimpinan di perusahaan lainnya, dan apakah mereka dianggap independen oleh direksi.
5. Transaksi dengan pihak terkait.
6. Faktor risiko terduga.
7. Isu-isu menyangkut pegawai dan pemegang saham lainnya.
8. Struktur dan kebijakan pemerintah, khususnya, isi dari hukum kebijakan perusahaan dan proses dimana hal ini diterapkan.
B. Informasi harus disiapkan dan diungkap sesuai dengan standar kualitas tinggi akuntansi dan keuangan dan pengungkapan non-finansial.
C. Audit tahunan harus dilaksanakan oleh pihak independen, kompeten, dan auditor bermutu dalam rangka untuk memberikan sebuah sasaran eksternal dan asuransi untuk direksi dan pemegang saham dimana laporan keuangan memperlihatkan kedudukan dan performa keuangan dengan wajar dari perusahaan dalam semua aspek.
Rangkaian kerangka pelaporan di atas dimaksudkan selain untuk memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan, diharapkan agar bisa menjaga transparansi perusahaan karena di dalam kerangka tersebut terdapat kewajiban untuk melakukan audit secara berkala. Independensi juga bisa dipertahankan agar tujuan bersama suatu perusahaan yang tertuang dalam notulen RUPS bisa dijalankan sebagaimana mestinya tanpa ada campur tangan dari pihak-pihak yang hanya mementingkan egoismenya semata.
Gaya manajemen pun bisa mempengaruhi bagaimana isi pengungkapan pelaporan suatu perusahaan. Suatu contoh yang terjadi pada General Electric (GE), pada awal dasawarsa 1970-an GE dipimpin oleh Reginald Jones pada posisi sebagai CEO. Jones adalah seseorang yang formal, bermartabat, serta memiliki tekad dan kemampuan yang kuat untuk mendelegasikan wewenang. Hasilnya yaitu di dalam pengungkapan GE terdapat suatu unit perencanaan strategi formal yang berbeda dari pengungkapan GE sebelumnya. Ketika Jones mengundurkan diri pada tahun 1980, dipilihlah Jack Welch untuk menggantikannya. Welch adalah seseorang yang lantang, tidak sabaran, bersifat informal, dan memiliki jiwa wiraswasta sehingga beberapa tindakan yang terbilang ekstrem telah ia lakukan seperti melakukan akuisisi besar-besaran dan peralihan dari usaha manufaktur ke bidang jasa. Walaupun terbilang ekstrem, tetapi bisa menempatkan GE ke dalam jalur pertumbuhan yang sangat solid. Saat itu, tingkat penjualan GE meningkat empat kali lipat dari $27 miliar pada tahun 1981 menjadi $101 miliar pada tahun 1998.
Dari pengungkapan tersebut bisa dipakai oleh beberapa kalangan seperti misal para akademisi untuk melakukan riset agar bisa memberikan masukan kepada perusahaan tersebut dan sebagai bahan acuan bagi perusahaan lain yang sedang mengembangkan usahanya.
Key : Masalah keputusan manajemen dan pengungkapan keputusan
Bahan Bacaan :
1. Anthony, Robert N. dan Vijay Govindarajan. Management Control System. Buku 1 Edisi 11. 2005: Salemba Empat.
2. Choi, Frederick D.S. dan Gary K. Meek. International Accounting. Buku 1 Edisi 6. 2010: Salemba Empat.

